Assalamualikum ……
Kali ini mau menulis tentang kepanitiaanku di BEM ITS.
Aku suka banget sama OC BEM ITS.
Sudah banyak kegiatan – kegiatan yang berasal dari BEM ITS aku ikuti. Dan aku menjadi OC didalamnya. Kegiatan – kegiatan itu diantaranya HARI BUDAYA ITS, OCEAN WEEK’S 6, INTERVAL, BLH. Dari keempat proker itu paling banyak dari kementrian social dan kemasyarakatan.
Ada yang oprek (open recruitment) ada juga yang closerek (close recruitment). Semua itu berawa dari keberanianku saat mengikuti BLH. Awal yang bagus. Bertemu dengan orang – orang sosmas yang begitu keren. Dan sangat membantu dalam hal komunikasi dengan masyarakat, karena semua programnya orientasinya untuk masyarakat.
Azimah awal masuk ITS adalah orang yang sangat berpengetahuan sedikit. Bisa dikatakan gak tahu apa – apa. Keputusan yang sangat bagus ketika aku mengumplkan form oprek untuk BLH. Pertama kali rapat di sekretariatan BEM. Bertemu orang – orang BEM lain yang hebat – hebat. Dari situlalah aku berkeinginan untuk terus belajar lebih jauh..
Tugasku di BLH menjadi dana. Aku gak tau konsep acaranya, tetapi aku harus menyebar proposal. Apalagi ini membawa nama ITS. Suatu hal yang berat. Aku gak bisa berkontribusi banyak untuk kepanitiaan ini. Tidak bisa mengoalkan satu proposal pun.
Kepanitiaanku mulai ku coba. Aku mendaftar ocean week dan saat itu juga aku ikut kepanitiaan KPP Gerigi. Tugasku di OW hanya menjadi sie dana. Jadi gak tau konsep acara secara keseluruhan. Mereka hanya membutuhkan tenaga untuk menyebar proposal (mungkin). Hahahaha….
OW bisa membantuku untuk eksistensi di BEM. Jadi ndak papa lah aku jalani saja. OW juga memberiku pengalaman untuk bernegosiasi dengan perusahaan. Sekali lagi karena tidak mengerti konsep acara. Jadinya aku pribadi tidak bisa mendapatkan dana sepeserpun. Untuk itu ketika akan ada kepanitiaan lagi aku gak mau masuk sie dana, fundrising, atau apapun namanya yang berhubngan dengan pengiriman proposal ke suatu perusahaan untk mendapatkan uang.
Dalam satu waktu aku memegang 2 kepanitian selain OW yaitu KPP Gerigi. KPP Gerigi yang bisa disebut interval ini lebih membuthkan pemikiran. Aku disini menjadi sie acara. Meskipun bukan koor aku tetap menikmati ini. Ada satu alasan besar yang membuat aku tidak mau menjadi koor, Yaitu masalah keuangan keluarga. Sudah aku tulis di note sebelumnya dengan judul “Hilangnya Uang Keluarga” keinginan untuk menjadi koor itu sangat besar buatku. Mungkin ini belum saatnya. Tanggng jawab besar dari seorang koor adalah harus selalu berkoordinasi dengan anggotanya. Itu yang aku tidak bisa karena masalah financial. pada akhirnya aku tidak bisa total di interval ini. Aku tidak bisa memegang sub acara jalan sehat. Dan saat hari H, aku tidak penuh mengheandle acara karena aku ikut TD. Dilemma yang sangat menguras otak.
Continue reading
Komentar Terbaru